Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pemasangan Keramik Menggunakan Metode Work Sampling
(Studi Kasus: Proyek Rehabilitasi dan Renovasi SD N 2 Kalegen Kabupaten Magelang)
Abstract
Tenaga kerja, material, lingkungan, peralatan dan manajemen merupakan beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan proyek. Pengelolaan masing-masing faktor tersebut secara optimal mampu mengurangi keterlambatan dan kesalahan yang sering terjadi selama proses penyelesaian proyek. Kecepatan penyelesaian suatu proyek sering dikaitkan dengan produktivitas tenaga kerjanya. Salah satunya pekerjaan pemasangan keramik lantai sering menjadi kendala di proyek yaitu dalam waktu pengerjaannya yang sering kali tidak sesuai dengan waktu rencana.Penelitian ini menggunakan metode Work Sampling untuk menentukan besaran produktivitas rata-rata tenaga kerja. Metode Work Sampling adalah suatu metode yang digunakan melakukan pengamatan langsung di lapangan sehingga dapat diketahui waktu produktif dan non produktif tenaga kerja yang diamati.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai rata-rata produktivitas tenaga kerja tukang pada pekerjaan pemasangan keramik lantai, dan faktor yang mempengaruhi produktivitas di lapangan, lalu hasil pengamatan di lapangan dibandingkan dengan acuan standar Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016, sehingga dapat diketahui apakah produktivitas tenaga kerja di lapangan memenuhi standar acuan tersebut. Berdasarkan hasil analisis data di lapangan dengan metode Work Sampling didapatkan nilai produktivitas tertinggi pada hari ke-4 yaitu sebesar 10,45 m2/hari, dan produktivitas terendah pada hari ke-5 yaitu 9,33 m2/hari. Perbedaan angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di lapangan seperti ketersediaan material, metode pengerjaan dan perbedaan titik pemasangan keramik. Nilai rata-rata produktivitas tukang pada pemasangan keramik sebesar 9,9 m2/hari. Sedangkan rata-rata produktivitas tukang menurut Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016 dengan analisis lapangan yaitu 4 m2/hari berbanding 9,9 m2/hari, dengan selisih angka 5,9 m2/hari., yang berarti produktivitas tukang di lapangan telah memenuhi standar produktivitas acuan Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016.
Copyright (c) 2025 M Rohim, Larashati B'tari Setyaning, Agung Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.