https://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/issue/feedJournal of Psychosociopreneur2025-03-27T02:29:21+07:00Dr. Eko Hariantoekoharianto@umpwr.ac.idOpen Journal Systems<pre>Abbreviation :jpsp<br>DOI Prefix :10.37729/jpsp<br>ISSN :3026-0485(e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency :Twice a year (February and October)<br>Editor in Chief :Wanodya Kusumastuti, M.Psi.,Psikolog<br>Managing Editor :Dr. Eko Harianto, M.S.I.<br>Indexing :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/intek/indexing">Click here</a><br>Focus & Scope :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/intek/scopes">Click here</a></pre>https://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6074Studi Deskriptif Fear of Missing Out Pengguna Media Sosial Instagram pada Siswa di SMK Negeri Karangpucung2025-03-27T02:28:41+07:00Nurin Sholaimawatinurinsolaimawati28@gmail.comImam Faisal Hamzahimam.faisal.ins@gmail.comDyah Astorini Wulandaririnirifqi@gmail.comItsna Nurrahma Mildaeniitsna.mildaeni@gmail.com<p><strong> </strong></p> <p><em>Fear of missing out </em>merupakan rasa ketakutan yang terjadi secara berlebihan dan berkepanjangan sehingga mengakibatkan munculnya suatu perasaan cemas, khawatir, dan gelisah yang dialami oleh seseorang, dikarnakan seseorang tersebut tidak mampu meninggalkan media sosial dan selalu merasa gelisah pada saat tidak mengetahui informasi ataupun aktivitas yang orang lain lakukan lewat sosial media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah <em>fear of missing out</em> pengguna media sosial instagram pada siswa SMK Negeri Karangpucung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif studi deskriptif dengan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu skala <em>fear of missing out</em> yang berjumlah 37 aitem. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 181 siswa SMK Negeri Karangpucung pengguna media sosial Instagram. Hasil peneltian ini tentang deskriptif <em>fear of missing out </em>memperoleh 1 sisiwa memiliki FoMO yang sangat tinggi atau 0,55%. Terdapat 101 siswa dalam kategori tinggi atau 55,25%. Selanjutnya terdapat 20 siswa pada kategori sedang atau 11,05%. Untuk FoMO kategori rendah terdapat 52 siswa atau 28,73%, dan terdapat 7 siswa pengguna Instagram memiliki FoMO dengan kategori sangat rendah atau 4,42%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat <em>fear of missing out </em>mempunyai kategori tinggi.</p> <p> </p> <p> </p>2025-03-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6102Pengaruh Profesi Youtuber terhadap Kualitas Hidup Para Tenaga Kerja Wanita di Luar Negeri2025-03-27T02:28:25+07:00Devi Ani Lestari Lestarianilestaridevi2@gmail.comPatria Jati Kusumajkpatria@gmail.comWanodya Kusumastutiwanodyakusuma88@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kualitas hidup adalah tolak ukur individu tentang tingkat kehidupan individu tersebut dengan melihat seberapa besar seberapa besar pencapaian kehidupan mereka dan yang dinilai dari beberapa aspek yaitu fisik, psikologi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat luas, tentang bagaimana kualitas hidup Tenaga Kerja wanita di Taiwan yang menjadi Youtuber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data utama menggunakan wawancara. Dari hasil penelitian yang sudah di lakukan menunjukan bahwa Tenga Kerja Wanita di Taiwan yang menjadi Youtuber memiliki kulaitas hidup yang lebih optimal dari pada sebelumnya.</p> <p>Kata Kunci : Kualitas hidup; Tenaga Kerja Wanita; Youtuber</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Quality of life is an individual's measure of the individual's level of life by looking at how much they have achieved in life and which is assessed from several aspects, namely physical, psychological, social and environmental. This research aims to provide an overview to the wider community about the quality of life of female workers in Taiwan who become YouTubers. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The main data collection technique uses interviews. The results of the research that has been carried out show that female workers in Taiwan who become YouTubers have a more optimal quality of life than before.</p> <p>Keywords: Quality of life; Women's Labor; Youtuber</p>2025-03-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6111Tahapan Komunikasi Interpersonal : Studi Kasus Pengguna Tinder2025-03-27T02:28:32+07:00Glady Anlizza Syaharanigladyanliza@gmail.comPatria Jati Kusumajkpatria@gmail.comMeriam Esterinamerry.esterina@umpwr.ac.id<table style="height: 645px;" width="1060"> <tbody> <tr> <td width="473"> <p><em>Aplikasi kencan online telah menjadi bagian dari </em><em>kehidupan </em><em>sosial modern</em><em> masyarakat saat ini. Aplikasi kencan online</em><em> mem</em><em>berikan fasilitas</em><em> pertemuan dan interaksi antar individu dengan tujuan mencari pasangan. Namun, proses membangun hubungan melalui platform ini melibatkan dinamika komunikasi interpersonal yang kompleks.</em> <em>Penelitian ini</em> <em>bertujuan untuk mengetahui gambaran tahapan komunikasi interpersonal penguna Tinder yang berhasil mendapatkan pasangan. Komunikasi interpersoal merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara pengirim dan penerima pesan secara langsung baik secara verbal maupun non verbal dalam pertukaran informasi, pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih. Komunikasi interpersonal yang terbentuk pada aplikasi Tinder melewati beberapa tahapan komunikasi yang membantu mempermudah pengguna untuk mendapatkan pasangan. Penelitian ini melibatkan </em><em>tiga</em><em> pa</em><em>sang partisipan</em><em> yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling</em><em>. </em><em>Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualititatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan dapat berhasil mendapatkan pasangan dari Tinder melalui tahapan-tahapan komunikasi mulai dari contact, involment, intimacy, deterotion, repair dan dissolution</em><em>. Pada setiap tahapa</em><em>n yang dilalui dipengaruhi oleh aspek-aspek komunikasi yang terdiri dari keterbukaan, empati, sikap positif, sikap supportif dan kesetaraa</em><em>n</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-03-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6185Kecerdasan Spiritual dengan Kenakalan Remaja : Studi Korelasional pada Siswa SMK 2025-03-27T02:28:53+07:00Endah Budi Lestariendahb1903@gmail.comWidyaning Hapsariwidyaninghapsari@gmail.comItsna Iftayaniitsnaiftayani@gmail.com<table width="469"> <tbody> <tr> <td width="461"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan spiritual dan kenakalan remaja di SMK PN 2 Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Berdasarkan perhitungan rumus Yamane, jumlah sampel yang diambil adalah 145 responden yang dipilih melalui teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan SPSS 27.0 dengan tahapan uji normalitas, uji linieritas, dan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan kenakalan remaja, dengan nilai korelasi sebesar -0,245. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual siswa, semakin rendah kecenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku kenakalan. Sejalan dengan hasil penelitian ini, pengembangan kecerdasan spiritual dapat menjadi strategi efektif dalam mengurangi kenakalan remaja, serta memberikan pemahaman baru bagi orang tua dan pendidik dalam mendukung perkembangan karakter siswa.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-03-27T02:11:23+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6201Pengaruh Self-Efficacy terhadap Minat Berwirausaha Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) sebagai Variabel Moderasi2025-03-27T02:29:01+07:00Muh Yudo Pranotoyudopranotox@gmail.comItsna Iftayaniitsnaiftayani@umpwr.ac.idMeriam Esterinamerry.esterina@umpwr.ac.id<p><em>The lack of job opportunities cuases unemployment in Indonesia. Therefore, a student’s interes in entrepreneurship, testing the Student Entrepreneurship ceativitas Program (PKM-K) variable in moderation the influence of self-efficacy on interest in entrepreneurship. This type of research in quantitative. Using associative resercch methods. The population was students at Muhammadiyah University Pureorejo. The sampel for this research qas 104 people determinated using the G-power application. Sampling used accidental sampling teshniquw. The data collection instrument has met the validity requirements with an r table of 0361 and calculated r 0.39 – 0.742 an. A reasibility value of 0.726 for self-efficacy and 0..816 for interest in entrepreneurship. Data analysis uses Moderate Regression Analysis (MRA). The result of the research are that self-efficacy influenes interest in entrepreneurship eith a value 51,3% the Entrepreneurship Students Creativity program (PKM-K) does not moderat the influence of self-efficacy on interest in entrepreneurship. </em></p>2025-03-27T02:12:13+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6205Gambaran Perilaku Adiksi Internet, Faktor yang Memfasilitasi serta Dampaknya pada Mahasiswa2025-03-27T02:29:09+07:00Khoirinnisakhoirinnisa.2708@gmail.comItsna Iftayaniitsnaiftayani@umpwr.ac.idKarsiyatikarsiyati@umpwr.ac.id<p><em>Internet addiction is a syndrome characterized by uncontrolled behavior in using the internet which can result in significant changes that disrupt a person's daily routine. People who exhibit this syndrome will feel anxious, depressed and empty when they can not access the internet. This study aims to describe internet addiction behavior, the facilitating factors and the impact of internet addiction on students. This study used qualitative method with retrospective case study approach. The results and conclusions of this study indicate that the three informants have fulfilled all of the six indicators of internet addiction namely salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict and relapse. Internet addiction in students is influenced by internal and external factors, including; personality dynamics, patterns of student needs (need for information, communication and entertainment), low self-control, Gen-D factors, accessibility, affordability, content factors, reinforcement / reward factors and lack of parental control. Meanwhile, the impact of internet addiction on students includes social, psychological, physiological, academic, financial and spiritual dimensions.</em></p>2025-03-27T02:12:47+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneurhttps://ebook.umpwr.ac.id/index.php/jpsh/article/view/6244Hubungan Antara Intensitas Menonton Series Genre Boys Love Terhadap Sikap Positif Kepada Homoseksual2025-03-27T02:29:15+07:00Eva Nur Emeiliaevanuremeilia@gmail.comWanodya Kusumastutikusumawanodya@gmail.comWidyaning Hapsariwidyaninghapsari@umpwr.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas menonton series genre Boys Love terhadap sikap positif terhadap Homoseksual. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional melibatkan 352 responden dengan Hasil uji normalitas dengan nilai signifikansi 0,493 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal. Uji linearitas memperoleh nilai signifikan 0,235 (p > 0,05), menegaskan hubungan linear antara intensitas menonton series genre Boys Love dan sikap positif terhadap Homoseksual. Uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa intensitas menonton series genre Boys Love mempengaruhi sikap positif terhadap homoseksual sebesar 9,5%. Korelasi Pearson Product Moment memperoleh nilai koefisien korelasi 0,308, menunjukkan hubungan positif namun lemah antara kedua variabel.</em></p>2025-03-27T02:13:30+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneur