Floating Island sebagai Metafora Kekebalan dalam Hukum Diplomatik
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep Floating Island sebagai metafora kekebalan hukum dalam hukum diplomatik internasional. Dalam konteks ini, Floating Island dipahami sebagai simbol wilayah atau entitas yang secara fisik berada dalam yurisdiksi suatu negara, namun secara hukum memiliki kekebalan atau berada di luar jangkauan langsung hukum nasional negara tersebut. Fenomena ini paling nyata terlihat pada kapal asing yang berlayar di laut lepas di bawah bendera negara tertentu, serta kantor perwakilan diplomatik seperti kedutaan besar yang berada di wilayah negara penerima. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan bagaimana konsep metaforis Floating Island mencerminkan prinsip kekebalan hukum dalam hubungan internasional, khususnya dalam hal yurisdiksi, kedaulatan, dan non-intervensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Bahan hukum primer diperoleh melalui studi pustaka terhadap instrumen hukum internasional, terutama Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora Floating Island relevan untuk menggambarkan posisi hukum entitas seperti kapal berbendera asing dan gedung kedutaan, yang memiliki status hukum khusus dan tunduk pada yurisdiksi negara bendera atau negara pengirim. Temuan ini menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip kekebalan diplomatik sebagai bagian dari tata hubungan internasional yang tertib dan berlandaskan hukum.
Downloads
References
Akanni, A. A. (2024). Diplomatic Immunity : History , Purpose , and Contemporary Challenges. October.
Arbitration, P. C. of. (2013). The Artic Sunrise Arbitration. https://pca-cpa.org/cn/cases/21/
Arbitration, P. C. of. (2015). The “Enrica Lexie” Incident (Italy v. India). https://pca-cpa.org/en/cases/117/
Batubara, R., Islam, U., Syekh, N., Hasan, A., & Addary, A. (2024). Peranan interpretasi hukum dalam praktik peradilan di indonesia. 2(1), 71–92. https://doi.org/10.24952/ejhis.v2i1.11384
Csabafi, I. A. (1971). The Concept of State Jurisdiction in International Space Law. The Concept of State Jurisdiction in International Space Law, Section 6, 1–21. https://doi.org/10.1007/978-94-015-0921-3
Deddi, B. P. (2023). Peranan Hukum Pidana Nasional dalam Penegakan Hukum Illegal Fihing oleh Kapal Asing di Peraian Indonesia (Issue 920). Universitas Islam Sultan Agung.
Hutapea, R. U. (2025). Mantan Wapres Ekuado Didibui13 Tahun Atas Korupsi. Detikcom. https://news.detik.com/internasional/d-7990211/mantan-wapres-ekuador-dibui-13-tahun-atas-korupsi?page=2
Justice, U. D. of. (2024). WikiLeaks Founder Pleads Guilty and Is Sentenced for Conspiring to Obtain and Disclose Classified National Defense Information. US Departemen of Justice. https://www.justice.gov/archives/opa/pr/wikileaks-founder-pleads-guilty-and-sentenced-conspiring-obtain-and-disclose-classified
Keefe, P. J. . O. ’. (1976). Privileges and Immunities of the Diplomatic Family. 25(2), 329–350.
Kusman, S. M., Waryenti, D., & Andika, T. (2023). Penerapan Hak Imunitas Anggota Keluarga Perwakilan Diplomatik Berdasarkan Konvensi Wina 1961. Jurnal Ilmiah Kutei, 22(2), 201–219. https://doi.org/10.33369/jkutei.v22i2.31294
Martono, A. G. (2022). Buku Transnasional. LPPI UNTAR (UNTAR Press).
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Kencana.
News, B. (2024). Julian Assange: A timeline of Wikileaks founder’s case. BBC. https://www.bbc.com/news/world-europe-11949341
Nguyen, L. N. (2023). Flag States’ Rights and Obligations under the Law of the Sea,” in The Development of the Law of the Sea by UNCLOS Dispute Settlement Bodies (pp. 66–102). Cambridge University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/9781108980296
Reuters. (2024, April 6). Meksiko Tangguhkan Hubungan Usai Eks Wapres Ekuador Dicokok di Kedubes Meksiko. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/meksiko-tangguhkan-hubungan-usai-eks-wapres-ekuador-dicokok-di-kedubes-meksiko/7559290.html
Saaida, M. (2023). The Four Core Principles of Diplomacy Science For All Publications The Four Core Principles of Diplomacy. Electronic Publications Vol:, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.5281/zenodo.10841192
Samra, L. A. A. (2024). Reforming Diplomatic Immunity : Striking a Balance between Privilege and Accountability in Modern Diplomacy.
Santoso, M. I. (2018). 275401-Kedaulatan-Dan-Yurisdiksi-Negara-Dalam-S-2C304Abe. 7(1), 3.
Setyowati, R. N., Kartikasari, M. M., & Habibah, S. M. (2018). Hubungan Internasional dan Politik Global. Unesa University Press.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2018). Penelitian Hukum Normatif,: Suatu Tinjauan Singkat. Rajawali Press.
Soekanto, S. (n.d.). Pengantar Penelitian Hukum.
Sukristanto, S. U. dan. (2016). Jenis dan Fungsi Metafora dalam Novel Anak Bajang Menggiring Angin Karya Sindhunata: Sebuah Analisis Dekonstruksi Paul De Man. 13(Ii), 166–173.
Sumaryo, S. (2013). Hukum Diplomatik, Teori dan Kasus. Alumni.
Vijayvergiya, T. (2022). Mare Liberum and Mare Clausum: Fight to win. Jus Corpus Law Journal. https://www.juscorpus.com/mare-liberum-and-mare-clausum-fight-to-win/
Wahyuni, W. (2022). Penyelesaian Sengketa Internasional Secara Diplomatik. https://www.hukumonline.com/berita/a/penyelesaian-sengketa-internasional-secara-diplomatik-lt62317c3c9c7f9/
Zwinge, T. (2012). Duties of Flag States to Implement and Enforce International Standards and Regulations – And Measures to Counter Their Failure to Do So. SSRN Electronic Journal, 10(2). https://doi.org/10.2139/ssrn.1682193
Copyright (c) 2025 Amnesti: Jurnal Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.